Juga Menerima Kelas Karyawan dan Transfer

Jumat, 01 Februari 2013

TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN DAN PENJAMINAN MUTU

TATA PAMONG - STIE DHARMA ISWARA MADIUN 
Tata pamong adalah suatu sistem yang dapat menjadikan kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu berjalan secara efektif di dalam universitas/institusi yang mengelola program studi. Hal-hal yang menjadi fokus di dalam tata pamong termasuk bagaimana kebijakan dan strategi disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan terpilihnya pemimpin dan pengelola yang kredibel dan sistem penyelenggaraan program studi secara kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan menerapkan prinsip-prinsip keadilan.

Organisasi dan sistem tata pamong yang baik (good governance) mencerminkan kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab dan keadilan Sekolah Tinggi dalam mengelola program studi.

STIE Dharma Iswara Madiun dipimpin oleh Ketua dibantu oleh Puket.1, Puket 2 dan Puket 3. Jabatan Ketua dibatasi empat tahun dan bisa dipilih kembali untuk menjabat maksimal dua periode. Sedangkan Program Studi (Prodi) dipegang oleh Kaprodi yang dipilih melalui pemilihan diantara dosen tetap dengan memperhatikan kapabilitasnya, kompetensi dan integritas. Kaprodi yang terpilih bertanggung jawab sepenuhnya terhadap Ketua.

Di STIE Dharma Iswara Madiun terdapat dua Prodi yaitu: Prodi Akuntansi dan Prodi Manajemen. Jabatan Kaprodi baik Kaprodi Akuntansi maupun Kaprodi Manejemen dibatasi empat tahun dan bisa dipilih kembali maksimal dua periode.

Mekanisme tata pamong di Prodi merupakan tata pamong integral dalam mekanisme sekolah tinggi di mana kebijakan Ketua didelegasikan ke Kaprodi, selanjutnya Kaprodi berkoordinasi dengan Prodi untuk merealisasikan kebijakan sekolah tinggi agar mampu menjamin terwujudnya visi, misi sekolah tinggi.

Struktur organisasi terdiri dari unsur pimpinan : Ketua, Pembantu Ketua I, II dan III, Kaprodi, Sekprodi dan unsur pelaksana akademis: dosen dan laborat. Ketua program studi memimpin seluruh penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengelolaan organisasi dan sumber daya, dan bertanggung jawab kepada ketua. Sekretaris membantu ketua prodi dalam menyiapkan pemikiran, menghimpun dan mencatat data; laborat membantu menyiapkan sarana. Untuk penyelesaian tugas, program studi bekerja sama dengan unit-unit terkait. Dosen melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pembimbingan kepada mahasiswa. Mekanisme tata pamong integral dalam mekanisme institusi di mana kebijakan ketua didelegasikan ke kaprodi. Gagasan/usulan pengembangan program studi didiskusikan ditingkat prodi, kaprodi meneruskan ketingkat ketua untuk mendapatkan persetujuan. Kaprodi mempunyai hak untuk mengembangkan program studi sesuai dengan kebijakkan lembaga.

Mekanisme Monitoring dan Evaluasi dari Seluruh Kegiatan Penyelenggara Pendidikan dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:
  1. Pembuatan laporan semesteran, Seluruh sub sistem wajib menyerahkan laporan semesteran tentang seluruh kegiatan. 
  2. Rapat-rapat monitoring dan evaluasi, Rapat dilaksanakan secara periodik dan insidental. Secara periodik dilaksanakan setiap awal, tengah dan akhir semester; dan secara insidental dilaksanakan sesuai dengan keperluan. Melalui forum rapat ini, pimpinan menanyakan atau mengecek pelaksanaan tugas pada masing-masing sub sistem.  
  3. Penertiban administrasi pendidikan, pengajaran dan pengarsipan data. Semua pihak wajib mengisi daftar hadir, dosen mengisi buku jurnal perkuliahan dan mengumpulkan SAP/RPS. Pimpinan PS mengarsip data-data kegiatan dosen dan mahasiswa tentang pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Dari data-data atau arsip tersebut, pimpinan dapat memonitor dan mengevaluasi seluruh kegiatan. 
  4. Survei dan dialog Secara periodik maupun secara insidental pimpinan melakukan pemeriksaan keliling dari bagian-kebagian dan juga melakukan dialog. Melalui survei dan dialog ini, pimpinan dapat memonitor dan mengevaluasi seluruh kegiatan

KEPEMIMPINANKepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.

Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistis, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi.

Pola kepemimpinan menerapkan :
  1. Prinsip partisipasi-demokratik dalam semangat kebersamaan. 
  2. Pendekatan sistem, pimpinan menjaga kekompakan antar sub sistem, dan hambatan ditelusuri kemudian dipecahkan secara transparan.  
  3. Prinsip pemberdayaan melalui manajemen steering di mana pimpinan memberikan kebebasan berinovasi dan berkreasi pada bawahan, kemudian mengarahkannya.  
  4. Memperhatikan : Kebijakan diarahkan kepada multyple effect bagi keseluruhan program, Mekanisme evaluasi dan kontrol berorientasi pada : Quality asurance, dan iklim akademik yang kondusif

SISTEM PENGELOLAAN
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi mencakup planning, organizing, staffing, leading, controlling, serta operasi internal dan eksternal.

Mekanisme Sistem Pengelolaan :
  1. Hal-hal yang bersifat instruktif. Hal-hal yang bersifat instruktif-sentralistik diputuskan oleh ketua yang kemudian didelegasikan ke bawah. Contoh : Pengambilan keputusan tentang pengawasan mutu.
  2. Hal-hal yang bersifat koordinatif. Keputusan diambil melalui rapat-rapat, misalnya rapat dinas tentang persiapan awal semester yang diikuti Sekprodi, Kaprodi.  
  3. Hal-hal yang bersifat otonomis. Keputusan diserahkan kepada sub sistem yang diberi hak untuk memutuskan dari sub sistem itu sendiri.  
  4. Hal-hal yang bersifat konsultatif. Keputusan dicapai setelah ada kesepakatan dengan pihak terkait

Secara umum mekanisme penentuan kebijakan didasarkan atas langkah-langkah sebagai berikut :  
pertama : identifikasi dan perumusan masalah.
kedua : merumuskan hasil yang akan dicapai
ketiga : merumuskan ukuran-ukuran keberhasilan
keempat : merumuskan cara pemecahan masalah yang potensial.
kelima : mengadakan uji coba dan revisi
keenam : menetapkan kebijakan dan implementasi kebijakan.

Renstra Institusi menggambarkan rencana kerja institusi untuk menentukan langkah-langkah kegiatan baik akademis maupun non akademis. Renstra tersebut diimplementasikan ke dalam SOP - Sasaran Pokok Program (SPP). SPP merupakan implementasi dari renstra dan evaluasi diri tahunan ke budget tahunan / rencana operasional.


SISTEM PENJAMINAN MUTU Penjaminan mutu sangat penting bagi setiap institusi karena dengan penjaminan mutu institusi menjaga dan meningkatkan kualitasnya. Guna evaluasi mutu pembelajaran dilakukan penyebaran angket kepada mahasiswa. Hasil angket tersebut digunakan sebagai landasan untuk evaluasi dosen oleh Kaprodi guna peningkatan kinerja dosen yang bersangkutan. Jika hasil kinerja dosen menunjukkan kurang baik, maka dilakukan pembinaan oleh Kaprodi.

Dalam penjaminan mutu pembelajaran dilakukan melalui kontrol presensi perkuliahan yang dilakukan oleh dosen pengampu matakuliah melalui jurnal perkuliahan dan absensi kehadiran dosen. Penjaminan mutu pembelajaran juga melibatkan mahasiswa dengan diadakannya presensi kehadiran dosen mengajar yang dibawa mahasiswa untuk setiap tatap muka. Sementara untuk menjamin mutu lulusan STIE melakukan kontrol dengan mengajukan pertanyaan secara informal kepada alumni yang meminta legalisir ijasah yang terkait dengan proses belajar mengajar yang pernah dilaksanakan sebelumnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

.

.
SELAMAT ATAS PRESTASI "PKM" TINGKAT NASIONAL 2013/2014

.

.

 
Design by M.A.S