Juga Menerima Kelas Karyawan dan Transfer

Kamis, 14 Juni 2012

KONSEP GOOD GOOVERNANCE STIE DHARMA ISWARA MADIUN

Dalam pengertian itu, maka seluruh unsur civitas akademika STIE Dharma Iswara Madiun yang terdiri dari dosen, mahasiswa karyawan dan alumni perlu diikutsertakan secara aktif untuk upaya pencapaian kegiatan sebagaiaman yang dimaksud dalam konsep pengembangan, baik perorangan, maupun secara bersama-sama, semua unsur civitas akademika sentiasa dibina dan diarahkan semaksimal mungkin bagi keberhasilan kebijakan tersebut.
Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam program studi. Tata pamong didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan ada dan tegaknya aturan, tatacara pemilihan pimpinan, etika dosen, etika mahasiswa, etika tenaga kependidikan, sistem penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan (administrasi, perpustakaan, laboratorium, dan studio). Sistem tata pamong (input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan dan prosedur yang jelas. Pimpinan STIE Dharma Iswara dipimpin oleh Seorang Ketua, dibantu Puket 1, Puket 2 dan Puket 3. Sedangkan Program Studi dipegang oleh Kaprodi yang dipilih melalui pemilihan diantara dosen dengan tetap memperhatikan kapabilitasnya, kompetensi dan integritas. Jabatan Kaprodi dibatasi empat tahun dan bisa dipilih kembali maksimal dua periode.
Mekanisme tata pamong di Prodi merupakan tata pamong integral dalam mekanisme sekolah tinggi di mana kebijakan Ketua didelegasikan ke Kaprodi, selanjutnya Kaprodi berkoordinasi dengan Prodi untuk merealisasikan kebijakan sekolah tinggi agar mampu menjamin terwujudnya visi, misi sekolah tinggi. Pola kepemimpinan menerapkan : a) Prinsip partisipasi-demokratik dalam semangat kebersamaan. b) Pendekatan sistem, pimpinan menjaga kekompakan antar sub sistem, dan hambatan ditelusuri kemudian dipecahkan secara transparan. c) Prinsip pemberdayaan melalui manajemen steering di mana pimpinan memberikan kebebasan berinovasi dan berkreasi pada bawahan, kemudian mengarahkannya. d) Memperhatikan : Kebijakan diarahkan kepada multyple effect bagi keseluruhan program, Mekanisme evaluasi dan kontrol berorientasi pada : Quality asurance, dan iklim akademik yang kondusif.
Sistem Pengelolaan 1. Hal-hal yang bersifat instruktif Hal-hal yang bersifat instruktif-sentralistik diputuskan oleh Ketua yang kemudian didelegasikan ke bawah. Contoh : Pengambilan keputusan tentang pengawasan mutu 2. Hal-hal yang bersifat koordinatif Keputusan diambil melalui rapat-rapat, misalnya rapat dinas tentang persiapan awal semester yang diikuti oleh Sekprodi, Kaprodi, dan Wakil Ketua. 3. Hal-hal yang bersifat otonomis Keputusan diserahkan kepada sub sistem yang diberi hak untuk memutuskan dari sub sistem itu sendiri. 4. Hal-hal yang bersifat konsultatif Keputusan dicapai setelah ada kesepakatan dan persetujuan antara pihak-pihak/ unsur-unsur yang berada di atasnya.
Secara umum mekanisme penentuan kebijakan didasarkan atas langkah-langkah sebagai berikut : Pertama : identifikasi dan perumusan masalah. Kedua : merumuskan hasil yang akan dicapai Ketiga : merumuskan ukuran-ukuran keberhasilan Keempat : merumuskan cara pemecahan masalah yang potensial. Kelima : mengadakan uji coba dan revisi Keenam : menetapkan kebijakan dan implementasi kebijakan. Sedangkan Renstra Institusi menggambarkan rencana kerja institusi untuk menentukan langkah-langkah kegiatan baik akademis maupun non akademis. Renstra tersebut diimplementasikan ke dalam SOP - Sasaran Pokok Program (SPP). SPP merupakan implementasi dari renstra dan evaluasi diri tahunan ke budget tahunan.
Penjaminan mutu sangat penting bagi setiap institusi karena dengan penjaminan mutu institusi menjaga dan meningkatkan kualitasnya. Guna evaluasi mutu pembelajaran dilakukan penyebaran angket kepada mahasiswa. Hasil angket tersebut digunakan sebagai landasan untuk evaluasi dosen oleh Kaprodi guna peningkatan kinerja dosen yang bersangkutan. Jika hasil kinerja dosen menunjukkan kurang baik, maka dilakukan pembinaan oleh Kaprodi. Dalam penjaminan mutu pembelajaran dilakukan melalui kontrol presensi perkuliahan yang dilakukan oleh dosen pengampu matakuliah melalui jurnal perkuliahan dan absensi kehadiran dosen. Penjaminan mutu pembelajaran juga melibatkan mahasiswa dengan diadakannya presensi kehadiran dosen mengajar yang dibawa mahasiswa untuk setiap tatap muka. Sementara untuk menjamin mutu lulusan STIE melakukan kontrol dengan mengajukan pertanyaan secara informal kepada alumni yang meminta legalisir ijasah yang terkait dengan proses belajar mengajar yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Alasan/pertimbangan prodi dalam menerima mahasiswa transfer adalah banyaknya peraturan pemerintah yang mewajibkan karyawan institusi lembaga pemerintah maupun swasta berpendidikan S1 untuk menunjang jabatan ataupun mengembangkan dan menopang keilmuannya.
Dengan kondisi daya tampung yang masih luas maka prodi menerima mahasiswa dari Diploma 3. Adapun alasan mahasiswa melakukan transfer adalah karena 1) mengembangkan keilmuan sesuai dengan minatnya, 2) tuntutan undang-undang dan peraturan pemerintah Upaya untuk menjamin keberlanjutan (sustainability) STIE Dharma Iswara Madiun dilakukan dengan cara : a. Upaya untuk peningkatan animo calon mahasiswa : Program studi menerima mahasiswa baru reguler dan transfer dengan strategi rekruitmen melalui “Ujian Masuk STIE Dharma Iswara Madiun”. Bagi mahasiswa reguler proses rekruitmen melalui tes tulis dan tes wawancara. Tes tulis terdiri dari materi: (1) Kemampuan Dasar, dan IPS Terpadu. Pelaksana penerimaan mahasiswa baru ini ditangani oleh panitia khusus yang dibentuk Ketua yang tugasnya mencakup publikasi/ promosi maupun seleksi. Penerimaan mahasiswa baru didasarkan pada hasil tes tulis dan daya tampung program studi. Setelah calon mahasiswa mendaftar ulang (heregistrasi), sebelum mulai kuliah, mahasiswa baru wajib mengikuti Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PSMB). Melalui PSMB (yang tidak lagi merupakan forum penggojlogan), mahasiswa melakukan orientasi studi dan pengenalan lingkungan kampus. Diharapkan melalui PSMB mahasiswa baru tidak akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan kewajiban dan haknya sebagai mahasiswa STIE Dharma Iswara Madiun.
Sistem seleksi di atas dimaksudkan untuk mengendalikan mutu input mahasiswa. Dengan sistem seleksi yang memadai diharapkan input merupakan mahasiswa yang benar-benar siap secara mental, fisik, kemampuan awal, bahkan sampai pada hal pembiayaan. Strategi penerimaan mahasiswa baru ini sangat penting diperhatikan dan dilaksanakan sebab sebagai mahasiswa dibutuhkan keadaan mental, fisik, dan psikologis yang mendukung. Sedangkan untuk mahasiswa transfer diadakan sistem konversi matakuliah yang telah ditempuh di institusi asal dengan mata kuliah yang ada di STIE Dharma Iswara Madiun dimana calon mahasiswa transfer hanya akan menempuh mata kuliah yang belum ditempuh di STIE Dharma Iswara Madiun. Untuk menarik minat calon mahasiswa, panitia memberikan prioritas-prioritas yang berupa keringanan pembayaran. Bagi anggota PGRI 50% uang DPP/gedung, bagi anak, suami istri anggota PGRI dikenai potongan 25% dengan syarat melampirkan foto copy anggota PGRI. Selanjutnya, mahasiswa yang telah diterima agar dapat menyelesaikan studinya tepat waktu dan mencapai hasil yang optimal, maka ada layanan bimbingan baik yang berupa bantuan tutorial yang bersifat akademis, memberikan informasi dan bimbingan belajar. Oleh karena itu, institusi memberi tugas kepada dosen untuk menjadi penasehat akademik/dosen wali. Tugas PA adalah memberi arahan, informasi, dorongan, peringatan, memberikan konsultasi terhadap mahasiswa terutama dalam proses belajar mengajar. Guna memberikan pelayanan bimbingan kepada mahasiswa, program studi juga memberikan informasi tertulis maupun lisan baik dalam kaitannya dengan masalah akademik, administratif, maupun peluang kerja. Selain bimbingan yang bersifat akademis, mahasiswa mendapat layanan bimbingan yang sifatnya non-akademis (pribadi). Bagi mahasiswa yang menemukan masalah, maka tugas pembimbing adalah membantu menemukan alternatif pemecahan masalah dan sebagainya. Institusi sering kali melibatkan mahasiswa dalam berbagai komisi/kepanitaan. Hal ini dimaksudkan untuk membekali mahasiswa agar dapat berorganisasi, dan juga untuk mendukung kemajuan lembaga dari berbagai unsur.
Di bawah pengkaderan dan pendampingan dosen pada seksi/komisi masing-masing, mahasiswa mendapat pelatihan, arahan dalam melaksanakan tugas. Dengan demikian, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang berharga yang di kelak kemudian hari dapat berguna bagi dirinya. Dalam keterlibatannnya dalam komisi ini, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengajukan usul atau bahkan kritik tentang suatu kebijakan kepada Ketua panitia atau lembaga. Dalam mengajukan kritik/usul, mahasiswa juga dapat melalui wadah BEM. Mahasiswa dapat berdiskusi tentang suatu kondisi, lalu mengambil suatu kesimpulan yang merupakan saran yang perlu disampaikan dan diperhatikan oleh Institusi. Aspirasi dan kreativitas mahasiswa diberi wadah melalui organisasi BEM yang seluruh kegiatannya diketahui dan dibimbing oleh Institusi. Melalui kegiatan mahasiswa ini Institusi bisa memanfaatkan feed back dari mahasiswa yang berguna untuk mengevaluasi kebijakkan Institusi terutama yang berkaitan dengan kepentingan mahasiswa, misalnya: jika ada kepentingan mahasiswa yang terganggu dalam proses belajar mengajar, maka institusi dan BEM akan duduk bersama mencari penyelesaian masalah.
Pada dasarnya jenis layanan dan bimbingan yang diberikan program studi kepada mahasiswanya sudah beragam, oleh karena itu layanan dan bimbingan yang diberikan kepada seluruh mahasiswa bisa berjalan secara maksimal. Institusi juga berusaha meningkatkan mutu layanan dan bimbingan melalui usaha-usaha penertiban administrasi dan budaya tepat waktu bagi para dosen, karyawan dan mahasiswanya. b. Upaya peningkatan mutu manajemen : Upaya untuk meningkatkan mutu manejemen, institusi pada setiap awal semester, tengah semester, dan pada akhir semester mengadakan rapat untuk meningkatkan mutu manajemen.
Disamping itu, lembaga / Institusi pada setiap tengah semester dan akhir semester memonitoring dan mengevaluasi kegiatan manajemen program studi. Hasil dari monitoring dan evaluasi dibahas bersama oleh staf dosen dan lembaga / Institusi. Hasil dari evaluasi tersebut ditindaklanjuti untuk perbaikan-perbaikan. Dengan proses ini, mutu manajemen semakin meningkat. Sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja akademik dosen dan kinerja tenaga kependidikan dilakukan oleh Kaprodi. Hasil dari monitoring dan evaluasi dibahas bersama oleh staf dosen dan institusi. Hasil dari evaluasi tersebut ditindaklanjuti untuk perbaikan-perbaikan. Dengan proses ini, mutu proses belajar mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat semakin meningkat. Mekanisme monitoring perkuliahan dilakukan melalui pengisian Jurnal Kuliah yang disediakan oleh Prodi dan diisi pada setiap dosen memberi perkuliahan. Jurnal kuliah dibawa oleh dosen. Materi perkuliahan dimonitoring oleh Prodi, apakah sesuai dengan deskripsi dan SAP/Silabus yang telah disusun oleh dosen atau belum. Untuk lebih mengetahui lebih mendalam, PS memberikan kuesioner yang diisi oleh mahasiswa, dan juga melalui tanya jawab antara PS dengan mahasiswa. Apabila ada dosen yang menurut penilaian mahasiswa kurang, baik penguasaan materi maupun penyampaian, PS memanggil dosen yang bersangkutan untuk perbaikan-perbaikan.
Disamping itu, monitoring terhadap kehadiran mengajar dosen dilakukan melalui dua (2) presensi kehadiran yaitu di Bagian Administrasi Umum dan presensi yang dibawa mahasiswa setiap kehadiran mengajar di kelas. Monitoring hasil karya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM). Untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi dosen maupun tenaga administrasi, institusi dilakukan melalui pengiriman staf dosen maupun administrasi untuk mengikuti seminar, workshop, diklat ataupun pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak kopertis wilayah VII Jawa Timur maupun Perguruan Tinggi (PT). Dan untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi khususnya dibidang akademik maka institusi memotivasi para dosen untuk melanjutkan studinya apalagi ada dana bantuan yang disediakan dari PPLP PT PGRI Madiun, selain itu ada program beasiswa yang ditawarkan oleh sejumlah PT. a. Upaya untuk peningkatan mutu lulusan : Kompetensi utama lulusan adalah : memiliki kemampuan kompetensi akademik, dengan tiga kompetensi, yaitu a) kompetensi kepribadian, b) kompetensi profesional, dan c) kompetensi sosial.
Proses belajar dan pembelajaran yang dilakukan yang diharapkan adalah untuk mencetak tenaga profesionalisme yang berkualitas, yang mampu mengembangkan dan mengaplikasikan berbagai disiplin ilmu, menyelenggarakan penelitian untuk mengkaji dan mengembangkan disiplin ilmu dibidang manajemen, menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran untuk mencetak tenaga profesional yang mampu mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Untuk mencapai kompetensi tersebut, mahasiswa dibekali penguasaan materi dan kemampuan untuk mengaplikasikan materi semua bidang studi. Mahasiswa dilatih cara-cara mempersiapkan masalah-masalah, membuat dan menentukan solusi yang sesuai dengan materi manajemen, serta menggunakan strategi yang tepat. Pelaksanaan misi pembelajaran, secara internal ditunjang oleh berbagai sumber daya yaitu sarana dan prasarana serta sumber daya manusia.
Beberapa sumberdaya yang seharusnya dikelola mandiri oleh program studi masih terpusat pada institusi misalnya laboratorium. Selain itu Institusi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa guna mengikuti magang pada lembaga – lembaga yang telah bekerjasama dengan STIE Dharma Iswara Madiun. Mengadakan seminar yang bertemakan ekonomi. a. Upaya untuk pelaksanaan dan hasil kerjasama kemitraan : Program studi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melakukan kerjasama, Pemda Kabupaten/Kota Madiun dan sekitarnya. Hasil kerja sama ini saling menguntungkan kedua pihak, baik lembaga maupun lembaga mitra. Diantaranya adalah kerjasama dengan PDAM Kab. Madiun, Telkom Kab.Madiun, dan PT. INKA Madiun dan Perbankan di Kota Madiun. b. Upaya dan prestasi memperoleh dana hibah kompetitif : Upaya yang dilakukan untuk memperoleh dana hibah kompetitif selama ini terus dilakukan. Sebagai tindak lanjutnya, Institusi berupaya mengirimkan Proposal Hibah Peningkatan - Perguruan Tinggi Swasta (PHP-PTS).

0 komentar:

Posting Komentar

.

.
SELAMA 4 TAHUN BERTURUT-TURUT KAMPUS KITA BERPRESTASI DALAM "PKM" TINGKAT NASIONAL

MAHASISWA :

DOSEN :

 
Design by M.A.S